Malam tetap gelap

Oleh : Irfan Murtaqie Zaen

BIASANYA setiap malam ia selalu sendiri. Wajahnya biasa terlihat lusuh. Saat bintang datang, pada awalnya wajah lusuh itu tak berubah. Namun saat beberapa bintang datang, wajah lusuh itu berubah menjadi senyum bagai siang yang baru bertemu matahari. Cerah dan selalu tersenyum walau malam tetap gelap.

Posted by
Unknown

More

PD HIMA dan HIMI PERSIS Kota Bandung Gelar diskusi kepemudaan.

Pimpinan Daerah Hima Persis Kota Bandung dan Pimpinan Daerah Himi Persis Bandung Raya menggelar diskusi kepemudaan di jalan Kalifah Apo 23, kantor PP PERSISTRI, Sabtu (20/7/13). Dengan mengusung tema “Kaum Muda dan Masa Depan Kepemimpinan Bangsa” menghadirkan mantan walikota Cimahi Itoch Tochija, Iman Setiawan Latief sebagai ketua PD PERSIS kota Bandung dan Imas Karyamah sebagai penasehat PP Pemudi PERSIS.

 Dalam kesempatan tersebut, Itoc lebih menekankan pada peranan pemuda yang belum terlihat dalam membangun bangsa akan tetapi  mempunyai banyak potensi bila digali dengan seksama, “Kondisi pemuda saat ini masih belum prima dan belum masuk kepada suasana yang diandalkan. Namun saya melihat Pemuda saat ini memiliki banyak potensi, manakala pemuda ini dapat bersatu dan memiliki program peningkatan skill mudah-mudahan dapat menjadi modal untuk menjadi manusia unggul penuh dengan optimis” ujarnya. lebih jauh dia menyesalkan dengan perilaku dan perbuatan pemuda yang lebih menonjolkan kekerasan. “Merekalah (pemuda) yang akan menentukan masa depan. Sangat disayangkan jika seorang pemuda saat ini mengandalkan kekerasan untuk meraih sesuatu.” Ujar mantan walikota Cimahi yang menjabat dua periode.
Sementara itu, Iman Setiawan menambahkan bahwa tugas utama pemuda adalah memberikan pengaruh positif serta belajar agar dapat berkembang dalam perkembangan zaman dan jangan ragu  untuk melakukan kebenaran.

Dan berbeda dengan Imas Karyamah yang lebih menekankan pada Intern jiwa pemuda itu sendiri seperti fisik yang kuat, berwawasan luas dan lain sebagainya.
Sementara itu Ridwan Rustandi, ketua PD HIMA PERSIS KOTA Bandung, dalam sambutannya mengatakan bahwa tujuan dari diskusi tersebut melahirkan pemuda yang kreatif “melalui diskusi kepemudaan ini berharap dapat menjadi referensi dalam membentuk karakter pemimpin yang mandiri dedikatifdan revolusioner” Ujarnya.

Oleh : Irfan Murtaqie Zaen / KPI B  5 /UIN SGD Bandung

Posted by
Unknown

More

Muhasabah Ramadhan 1434 H

Hadirin kaum muslimin  yang dimuliakan Allah swt alhamdulillah pada saat ini kita kembali berjamaah dalam qiyamu ramadhan, berjamaah dalam shalat tarawih pada tahun ini sebagaimana yang telah kita lakukan pada tahun-tahun yang lalu. Tidak terasa perjalanan dirasakan singkat, namun apabila kita memperhatikan pada masa kegelapan, jangankan 1 tahun, 10 tahun pun dirasa sebentar, dan seperti itulah persepsi hitungan menurut persepsi manusia dan persepsi hitungan disisi Allah.

Apabila kita menghitung tahun kemarin usia kita 60 tahun, sekarang tentu bilangan itu disebutnya 61 tahun, namun yang perlu kita ingatkan seperti perjalanan jam, dari pagi hari pukul 6 terus maju pukul 7,8 sampai sore pukul 18 jumlahnya bertambah, tetapi ternyata sebentar lagi kita sampai ke arah tujuan yang kita tuju, bilangan usia bertambah, tetapi yang perlu disadari hakikatnya bahwa jatah sudah berkurang, kalau kemarin 5 tahun lagi katakanlah, ketika bertambah jumlah hitungan padahal hakikatnya berkurang satu tahun. Lantas yang menjadi pertanyaan adalah Perssiapan apa yang telah kita persiakan untuk menghadapi masa yang telah diteentukan? apa yang telah klita persiapkan untuk ajalummusamma, ajal yang ditentukan oleh Allah. Yang menyebabkan kematian bukanlah kecelakaan, penyakit, tetapi demikianlah ketentuannya, Allah sudah menetapkan usia kita masing-masing, ada ungkapan mati itu hanya satu, hanya penyebabnya yang berbeda-beda.

Seorang sahabat dan dia itu dikatan jedral perang, bukan 1,2 kali tetapi puluhan kali, mungkin kalau tidak berlebhan ratusan kali, mulai peperangan terkecil – besar, beliau senantiasa meyakini, ada yang satu kali perang langsung syahid, ada yang 2 kali langsung syahid, tapi kenapa aku sudah berpuluh kali ber[erang tidak pernah danbelum  mengalami yang seperti itu.
Beliau menangis kaREna ternyata beliau wafat bukan dimedan perang tapi wafat di atas kasur, inilah kenyataan.

Oleh karena itu rosulullah mengingatkan kepada kita masing2, baik yang berhubungan dengan amal yang perlu diwujudkan,atau yang perlu ditinggalkan, karena hakikat amal tidak terlepas dari 2 tempat.
1 mewujudkan satu cara
2 Menginggalkan satu cara

Baik ketika mewujudkan atau meninggalkan satu pekerjaan jangan terlepas dari sifat imanan wahtisaban, karena iman dan mengharapkan ridha Allah, insyaallah bagaimanapun akhir perjalanan hidup kita pada satu saat akan bertemu dengan keridhaannya disisi-Nya, inilah barang kali yang dinyatakan,
Manshama ramadhana (barang siapa yang melakukan shaum ramadhan bukan karena kebiasasan tetapi shama ramadhana karena keimanan, imanan wahtisaban karena iman dan dia mengharap keridhaannya ghufiralahu maataqaddama mindzambihi (niscaya Allah akan mengampuni kesalahn2 yang telah lalu). Bukan itu saja, bukan hanya shaumnya, tpi yang berhubungan dengan pekerjaan waktu malampun rosul menyakatan, manqaama ramadhana  ( barang siapa yang melaksanakan qiyamu ramadhan seperti yang  kita lalkuakan setiap malam selama ramadhan, itulah yang dimaksud qiyamu ramdhan atau dikenal dengan terawih imanan wahtisaban ghufira lalhu maatawaddama mindzambihi

Hadirin yang dimuliakan allah oleh karenanya mudah2n kita ketika melaksanakan shaum bukan hanya meninggalkan yang mubah meninggalkan yang hukumnya halal, tapi yang paling utama kita mampu meninggalkan yang haram, kenapa demikian, adakalanya orang shaum dari perkara-perkara yang halal dia berbuka dari perkara-perkara haram. Maka inilah ada yang membatalkan shaum ada yang merusak shaum. Jangan dirusak shaum kita kenapa, karena kita belum tentu mengalami shaum yang akan datang yakinkan dalam diri jadikanlah shaum yang saat ini lebih baik dari pada shaum-shaum yang telah lalu. Mudah2n Allah membukakan mata hati kita masing-masing memberikan tenaga dan kekuatan keimanan sehingga terwujudlah shaum yang bernilai disisinya karena bernilai imanan wahtisabana.

Posted by
Unknown

More

Pengamat Zionis: Fatin, Ajang Pencarian Bakat & Program Yahudi

JAKARTA (voa-islam.com) - Ajang pencarian bakat sebenarnya tidal lepas dari program Yahudi. Mereka sadar cara paling ampuh melumpuhkan para pemuda muslim adalah menjauhkan mereka dari gaya hidup Islam dan mendekatkan mereka pada hedonism dan hiburan. Demikian dikatakan Pengamat Gerakan Zionisme  Muhammad Pizaro Novelan Tauhidi melalui email yang dikirim ke voa-islam.
Pizaro yang juga Sekjen Jurnalis Islam Bersatu (JITU) ini mengutip pernyataan Gleed Stones mantan Perdana Menteri Inggris. Dia mengatakan: “Percuma kita memerangi umat Islam, dan tidak akan mampu menguasainya selama di dada pemuda-pemuda Islam ini bertengger Al-Qur’an. Tugas kita sekarang adalah mencabut Al-Qur’an di hati-hati mereka, baru kita akan menang dan menguasai mereka. Minuman keras dan musik lebih menghancurkan ummat Muhammad daripada seribu meriam, oleh karena itu, tanamkanlah dalam hati mereka rasa cinta terhadap materi dan seks.”
Maka cara ampuh yang mereka lakukan adalah mempromosikan ajang pencarian bakat ke negeri-negeri muslim. Indonesian Idol seperti kita ketahui dibawa ke negeri ini oleh perusahaan hiburan Amerika bernama Fremantle Media. Fremantle Media adalah perusahaan yang dimiliki oleh seorang kapitalis Yahudi, Rupert Murdoch.
Lebih lanjut Pizaro menjelaskan, kini prototype ajang pencarian bakat menjamur dengan bentuk beragam, termasuk X Factors. Sama seperti American Idol, X Factor dibentuk oleh Simon Cowell dan diproduksi Fremantle Media. Simon Cowell sendiri berlatar belakang Yahudi dengan ibu seorang Kristiani. Dan dua sejoli antara Simon Cowell dan Rupert Murdoch adalah para creator yang sangat gigih mengkreasi acara pencarian bakat yang kemudian disebar ke negara-negara muslim.
“Di luar negeri sana, acara X Factor tidak banyak direspon oleh umat muslim, karena mereka tahu siapa dalang di balik acara ini. Meski ada kontestan muslim seperti Yousseph Slimani pada acara The X Factors tahun 2005 di Inggris, tapi respon muslim Inggris tidak seperti di Indonesia. Karena mereka tahu, acara seperti X Factors tidak akan pernah bisa menaikkan harkat dan martabat muslim di Inggris. Hasilnya, Yousseph Slimani hanya sampai babak perempat final.”
Beda Inggris, beda Indonesia. Meski Indonesia adalah negara mayoritas muslim, ketidakpedean justru menghinggapi diri kita, dengan menyebut kemenangan Fatin adalah kemenangan seorang muslim. Ucapan ini sangat memprihatinkan, jika kita mau menyadari siapa perintis aacara ini.
“Dari dulu saya sudah mencium itu terjadi dalam keikutsertaan Fatin. Tidak lama Fatin tampil, Bruno Mars langsung memberikan dukungan. Bruno memberi dukungan bukan sekedar suara Fatin, tapi lebih dari itu karena Fatin berjilbab. Bruno ini penyanyi yang menyuarakan atheisme lewat lagunya It Will Rain,” kata Pizaro.
Maka itu dengan kemenangan Fatin tentu kita khawatir ada semacam pembenaran bagi kaum muslimah berbondong-bondong membanjiri ajang pencarian bakat seperti ini. Tubuh dan wajah mereka menjadi santapan 250 juta bangsa Indonesia. Mereka meliuk-liuk dan bersaut-saut hanya demi ribuan SMS. Muslimah-muslimah kita nanti memiliki dalih masuk ke gelanggang yang sebenarnya jebakan Yahudi ini dengan satu kalimat: ‘Tidak masalah selama kami berjilbab’
Maka menarik kita cermati perkataan Muhammad Quthb, “Seorang anak yang rusak masih bisa menjadi baik asal ia pernah mendapatkan pengasuhan seorang ibu yang baik. Sebaliknya, seorang ibu yang rusak akhlaknya, hanya akan melahirkan generasi yang rusak pula akhlaknya. Itulah mengapa yang dihancurkan pertama kali oleh Yahudi adalah wanita.” [desastian]

Posted by
Unknown

More

Tentang Do'a

 Do’a merupakan bentuk ketaatan kepada Allah dan melaksanakan perintah-Nya. (Al Ghafir 60) 

tA$s%ur ãNà6š/u‘ þ’ÎTqãã÷Š$# ó=ÉftGó™r& ö/ä3s9 4 ¨bÎ) šúïÏ%©!$# tbrçŽÉ9õ3tGó¡o„ ô`tã ’ÎAyŠ$t6Ïã tbqè=äzô‰u‹y™ tL©èygy_ šúï̍Åz#yŠ ÇÏÉÈ  
60. dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku[1326] akan masuk neraka Jahannam dalam Keadaan hina dina".

Posted by
Unknown

More

Realita "Cinta"


Miris melihat mereka seperti ini. Ada banyak hal yang harus di Evaluasi terkait dengan peristiwa disamping. Evaluasi ini tidak harus dilakukan oleh satu pihak saja, namun setiap elemen masyarakat juga harus meg-evaluasi mengapa hal ini dapat terjadi.

Anak-anak seperti mereka seharusnya tidak melakukan hal tersebut. Sudah sewajarnya mereka bermain, bercengkrama dan bersosialisasi dengan anak-anak yang lain guna meningkatkan emosional dan meningkatkan perkembangan diri mereka. Dan sudah seharusnya mereka memulai meningkatkan kreatifitas mereka untuk masa depan dan kehidupan mereka yang lebih baik.

Belum saatnya mereka berhubungan atau mengenal masalah percintaan dengan lawan jenisnya. Hal ini sangat tidak wajar, yang mereka perlukan adalah pendidikan dan ilmu agar mereka dapat berprestasi. Jika kita perhatikan, ada  hal yang menyebabkan mereka menjadi seperti itu.

Dalam Teori Komunikasi ada yang dinamakan Cultivation Theori, cultivation berarti penanaman, Cultivation Theory- Teori Kultivasi-, adalah sebuah teori dalam konteks keterkaitan media massa dengan penanaman terhadap suatu nilai yang akan berpengaruh pada sikap dan perilaku khalayak. Dalam teori ini, yang berpengaruh dan memiliki andil besar dalam penanaman serta pembentukan nilai-nilai adalah televisi.

Pada 1960, Profesor Gerbner melakukan penelitian tentang “indikator budaya” untuk mempelajari pengaruh televisi. Profesor Gerbner ingin mengetahui pengaruh-pengaruh televisi terhadap tingkah laku, sikap, dan nilai khalayak. Dalam bahasa lain, Profesor Gerbner memberikan penegasan dalam penelitiannya berupa dampak yang di timbulkan televisi kepada khalayak.

Jika kita perhatikan antara peristiwa dan teori komunikasi di atas, yang menyebabkan anak-anak seumuran mereka ingin mengenal dan mengetahui lebih dalam tentang “CINTA” ialah televisi. Kita sama-sama mengetahui bahwa saat ini tayangan ditelevisi sebagian besar adalah masalah percintaan.

Mereka sepertinya menemukan kepuasan tersendiri setelah menonton dan kemudian mempraktekan ras cinta dan kasih sayangnya. Pemenuhan kepuasan ini yang belum saatnya mereka penuhi. Cinta dan kasih sayang dari orang tua lah yang seharusnya mereka rasakan.

Selain akibat dari menonton televisi, faktor pemenuhan nilai-nilai ke-agamaan yang kurang juga dapat berdampak seperti itu. Ilmu ke-agamaan haruslah sejak dini kita ajarkan kepada mereka agar keimanan mereka semakin bertambah kuat. Agar dapat terpenuhi nilai-nilai ke-agamaan dalam diri anak, maka alternatifnya orang tua harus menyekolahkan anak-anaknya ke pesantren.

Posted by
Unknown

More

Halaman

Statistik

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Pengikut

Tertarik ?? Klik iklan di bawah ini !!!!

Popular Posts

Copyright © / Tulis apapun, panen kapanpun !

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger