Cinta Abstrak

Tahukah kamu ?Berat bagiku mengungkapkannya. Namun, selalu aku selipkan namamu dalam do'a yang teruntai. 

Pantaskah aku ? Aku tak bisa berbuat apa-apa. Yang bisa aku perbuat hanyalah menjadi seseorang yang lebih baik untuk kamu. 

Cintakah aku ?Aku adalah manusia. Karena aku manusia, tentu saja aku memiliki perasaan. 

Harus bagaimanakah aku ?Aku tidak harus mengatakan "Aku cinta kamu". Jika aku bicara seperti itu maka aku berdusta, karena bisa saja besok atau selanjutnya aku mencintai yang lain.

Yang perlu aku katakan saat ini adalah "Aku dalam proses mencintaimu". Jika aku bicara seperti itu, maka aku akan terus berusaha untuk mencintaimu bagaimanapun keadannya.

Aku berharap, cinta yang tumbuh ini datang dari Allah dan hanya karena Allah.


Posted by
Unknown

More

Terimaksih kau telah melahirkanku

Meskipun dia sudah tidak ada, namun di saat tidak ada kegiatan apapun yang aku kerjakan, dia selalu hadir dalam bayanganku. Tidak ada alasan untuk aku berhenti melupakannya. Meskipun aku berusaha melupakannya, tetap saja aku tidak bisa. Karena pengorbanannyalah aku tidak akan pernah bisa melupakannya. Karena keikhlasannyalah aku tidak akan pernah bisa untuk melupakannya.

Dia adalah sosok jiwa yang sederhana, cantik dan juga anggun. Dia adalah wanita tangguh yang pernah aku temui dan tak ada wanita yang terbaik selain dirinya. Dia selalu tersenyum dan bahagia saat melihatku bahagia. Dia akan berusaha mengingatkanku jika aku berbuat kesalahan. Dia akan sangat marah jika aku tidak mendengarkan apa yang dia ucapkan. Saat aku tidak mendengarkan apa yang ia ucapkan, ia perlihatkan wajah sedih. Mungkin ia merasa belum berhasil untuk mengingatkanku.

Aku tahu bagaimana lelahnya dia. Aku tahu bagaimana beratnya dia saat dia membawaku. Aku tahu bagaimana sulitnya dia saat akan bangkit dari tidur atau duduknya. Aku tahu begitu banyaknya keringat saat dia menggendongku. Dan aku tahu semua beban yang dia bawa saat ada aku di pangkuannya.

Kesabaran adalah kunci dari semuanya. Dia begitu tabah atas karunia yang diberikan. Dia begitu mulia saat menerima segala apa yang dibebankan. Yang bisa dia lakukan adalah bersyukur dan bersyukur. Dia ingin menjadi hamba yang senantiasa bersyukur.

Saat aku mulai tumbuh bersama waktu yang berjalan. Dia tunjukan kepadaku bagaimana hidup itu. Dia berikan segala apa yang dimiliki. Dia korbankan segala hal hanya untuk menunjukan kepadaku bagaimana hidup itu. Saat waktu terus berjalan, dia tak pernah letih, lelah ataupun merasa marah jika aku tak patuh padanya. Dia tetap berusaha menunjukan padaku bagaimana hidup itu.

Kini aku mulai mengerti bagaimana aku harus hidup. Ketabahan, kesabaran, ketawakalan, keimanan, ketaqwaan, kebaikan, dan semua hal yang tidak akan pernah merugikanku dalam menjalaninya, aku dapati pada sosok dirinya.

Aku bersama waktu yang tak terbilang
Aku bersama bumi yang terus berputar
Aku bersama langit yang menjulang tinggi
Aku bersama hamparan bumi

Tak akan pernah aku melupakanmu
Tak akan pernah aku marah padamu
Tak akan pernah aku benci kepadamu
Tak akan pernah aku melawanmu
Tak akan pernah aku lupa akan setiap jasamu

Aku akan senantiasa mendo’akanmu
Aku akan senantiasa mencintaimu
Aku akan senantiasa menyayangimu

Kasih yang kau beri
Sayang yang kau beri
Cinta yang kau beri
Perngorbanan yang kau beri
Aku takan pernah bisa membalasnya

Aku terkadang lupa untuk mengucapkan terimakasih kepadamu
Aku terkadang lupa untuk meminta maaf kepadamu

Maafkan aku telah membuatmu kecewa
Maafkan aku telah membuatmu marah
Maafkan aku telah membuatmu menangis

Di sini hanyalah do’a yang terbaik  dari anak yang shaleh  yang bisa kuberi
Allaahummaghfirlii waliwaalidayya warhamhumaa kamaa rabbayaanii shagiiraa




Posted by
Unknown

More

Keberperasaan

Tak ada yang mengerti akan keadaan
Hanya ada berjuta kemewahan dalam sebuah perasaan
Oh malam, kemilau berjuta bintang  ramaikan gelapmu
Rasa bahasa yang tak berwujud bertumpu pada hati yang pilu
Itulah perasaan yang menggumuli hati tak bertuan
Qadar akan menjadi sebuah suratan dari Tuhan
Oh tintaku, janganlah kau diam dalam satu makna yang aku tulis
Harusnya kau bisa ungkapkan semua rasa dalam untaian kata yang berbaris

Nyanyian merdu seekor jangkrik menyergap rasa yang penuh tanya
Untuk apa rasa itu hadir? untuk apa ia datang jika ia tak mampu mengungkap?
Resah, sungguh resah
Untukmu, yang mendiami ruang  tanpa harus orang lain tahu
Lafadz kan terlantun dalam balutan bibir yang berdzikir
Lama aku hafal, namun terasa kelu ketika aku lafal
Aku akan sangat rindu jika amanat perasaan tak dapat tertuangkan
Hanyalah rindu pada ruang kertas kosong yang aku ciptakan

Anganku terbang melayang saat lamunan menghampiri
Zona masa depan mampu tertembus bersama ilusi  tak bertepi
Malam memberikan kenyamanan bersama hening  yang menghanyutkan
Angin berikan kesejukan dan membawa lebih jauh ilusi kekedalaman

Apakah kamu akan tahu perasaan itu?
Aku tak mau perasaan itu terpasung dalam relung, menjadi lukisan-lukisan tak bertuan

Ia adalah simbol dari sebuah keteguhan

Posted by
Unknown

More

Pahala kesulitan

Sedikit ingin berbagi dengan kawan-kawan yang sudah saya anggap saudara karena memang kita adalah saudara dari keturunan manusia pertama yang lahir ke bumi, yang sedang gundah gulana, galau, sedih marah, dan hal-hal negatif yang lainnya. Bukannya saya ingin menceramahi, bukannya saya sok tahu, bukannya saya merasa paling benar, di sini saya hanya ingin mengingatkan terkhusus bagi diri saya pribadi sebagai refleksi dari sedikit ilmu yang saya miliki dari sekian banyak ilmu yang tak pernah habis meski ilmu itu seluas lautan.

Ada hal yang sebetulnya kita lewatkan manakala kita sedang mendapatkan kesulitan. Biasanya jika kita mendapat kesulitan, sikap kita menghadapi kesulitan tersebut terkadang hyper, lebay, arogan. jiwa tak terkendali, bahkan mungkin ada yang sampai menghancurkan barang-barang tanpa berfikir panjang.

Bukan seperti hal di atas saja. Terkadang kita suka merasa bahwa hanya kitalah yang mendapatkan kesulitan ini sementara orang lain tidak. Terkadang kita menyalahkan Allah karena hingga saat ini Allah belum juga membebaskan kesulitan itu dalam diri kita.

Lantas, apa yang semestinya kita lakukan ?

Tentunya yang harus kita lakukan adalah sebagaimana yang disampaikan oleh saudari Nur Fadhilah mengenai DUIT (Do’a, Usaha, Istiqamah, dan Tawakkal). Untuk masalah do’a dalilnya sudah ada yaitu : “Dan Tuhanmu berfirman: "Berdoalah kepada-Ku, niscaya akan Kuperkenankan bagimu. Sesungguhnya orang-orang yang menyombongkan diri dari menyembah-Ku akan masuk neraka Jahanam dalam keadaan hina dina". (QS. Al-Mu’minun : 60).

Mengenai Usaha juga sudah ada yaitu : “dan bahwasanya seorang manusia tiada memperoleh selain apa yang telah diusahakannya.” (QS. An-Najm : 39)

Begitupun yang berkenaan dengan dengan istiqamah, Allah berfirman : “Sesungguhnya orang-orang yang mengatakan: Rabb kami ialah Allah, kemudian mereka istiqomah pada pendirian mereka, maka malaikat akan turun kepada mereka (dengan mengatakan): Janganlah kamu merasa takut dan janganlah kamu merasa sedih, dan bergembiralah kamu dengan (memperoleh) surga yang telah dijanjikan Allah kepadamu” (QS. Fushilat: 30).
 Dan yang terakhir berkenaan dengan Tawakal Allah berfirman : “Dan barangsiapa bertaqwa kepada Allah, niscaya Dia akan jadikan baginya jalan keluar dan memberi rizqi dari arah yang tiada ia sangka-sangka, dan barangsiapa bertawakkal kepada Allah, maka Dia itu cukup baginya.” (Ath Tholaq: 2-3).

Jika hal di atas sudah dilaksanakan, lantas apa lagi yang harus dilakukan?

Sebenarnya tidak ada lagi yang mesti kita lakukan. Namun terkadang ada hal yang terlewat yang kita sendiri itu lupa, yaitu kita sering lupa bahwa kesulitan itu ada pahalanya.

Rasulullah saw bersabda : “orang yang beriman akan senantiasa diuji, baik di dalam dirinya, anak-anaknya dan hartanya. Sehingga ia bisa bertemu dengan Allah swt tanpa membawa dosa sedikitpun.” (HR. At-Tirmidzi)

Ada satu kisah tentang seseorang bernama Ibn Abbas. Beliau di beritahu mengenai kematian anaknya. Maka beliau pun mengucapkan kalimat istirja dan berkata bahwa Allah swt telah menutupi aibnya, dan mencukupkan beban hidupnya serta menjanjikan pahala baginya. Kemudian beliau pun turun melakukan shalat dua rakaat dan berkata kembali,“kami telah melaksanakan sesuai deangan yang diperintahkan Allah swt.”  

“Jadikanlah sabar dan shalat sebagai penolongmu. dan Sesungguhnya yang demikian itu sungguh berat, kecuali bagi orang-orang yang khusyu” (Al-Baqarah: 45).

Kawan, ingatlah bahwa selama kita masih hidup di muka bumi ini dan berjalan di atasnya, kita semua akan diintai musibah (kesulitan). Terkadang musibah (kesulitan) itu ditimpakan kepada diri kita, terkadang kepada harta kita, dan atau juga pada anak-anak kita.

Dan terakhir “Jadilah dirimu sendiri, sekarang tunjukan senyum terbaikmu padaku :D”

Mayat tak perlu kalian do’akan, yang penting selipkan baik-baik namaku dalam do’a kalian

Sukses untuk kalian ^_^

Tulis apapun, panen kapanpun !
6 Januari 2014. Di tulis dari pukul 21.50-22.20 wib dengan mata terbuka dan jari yang saling beradu dengan keyboard.

Oke. Terimakasih sudah mau baca. Menyadarkanku bahwa bukan aku saja yang bisa berkarya. Dadah !


Posted by
Unknown

More

Keberinduan

Tinta hitam kini menjadi saksi sejarah kehidupan yang sederhana selama dua pekan di atas tanah yang berlumpur itu. Tanah yang tak pernah kering karena gemericik hujan yang mengguyur bebauan bumi tempat berpijak kaki-kaki manusia yang berjalan di atas naungan ajaran kebaikan. Mereka berpacu dalam sebuah prestasi yang tak ternilaikan. Mereka bersatu dalam sebuah kebersamaan, kebertemanan dan kebersahabatan.

Hangatnya sebuah cerita saat tertawa bersama, saat air mata menetes, saat semua diam, saat hentakan suara membuat hati berdebar menjadi satu kisah yang memberikan berjuta makna sebagai pijakan menuju masa depan. Mereka bergegas melangkah untuk mendapatkan lembaran kertas baru dalam kisah sederhana. mereka biarkan keringat yang membasahi keningnya menjadi saksi perjuangannya. Mereka biarkan pena menuliskan kisahnya dalam lembaran kertas baru itu.

Oh tinta, di sini sebaris kerinduan menjadi jejak yang pernah terlalui. Setapak-demi setapak rima menjadi pengingat masa muda yang bergairah. Baksos kemarin menjadi kisah yang tersurat dan menjadi isi dalam tali kisah persahabatan, yang menjadi wujud sebuah kenangan terindah.

Resah, lelah, dan marah menghangatkan sejengkal kisah tentang kita dalam perjalanan mengukir sejarah. Lagi-lagi itu semua menjadi butiran kisah yang tak mungkin dilupakan. Ini semua tentang sebuah persahabatan. Jalinan kasih yang penuh dengan pengorbanan. Jalinan cinta yang menjadi sebait puisi dalam perjalanan waktu menuju sebuah perpisahan.

*maka sebuah karya akan menjadi saksi bisu


Posted by
Unknown

More

Jejak langkah

Barisan kata yang terangkai dalam jejak mencari makna tak mampu memberikan penilaian yang sepadan dengan pengorbanannya. Hanya makna yang sederhana yang mampu tergambar dalam sebuah ilusi tak berhujung. 

Barisan tanda langkah dalam hamparan tanah yang berlumpur perlahan hilang bersama air yang menggenang. Gemericik air yang turun bersama kabut di pagi, siang, sore bahkan malam itu mampu hapuskan tapak kaki yang tercetak.

Bumi akan menceritakan semua kepada kita dari jejak yang ditinggalkan. Hanya sebuah kebaikanlah yang mampu menyinari bumi meski matahari saat itu jarang menampakan wujudnya.

Angin membawa dingin saat tubuh terkapar dalam hamparan tikar di atas sebuah rumah panggung yang sederhana. Ia menjadi pelindung bagi jiwa-jiwa yang tak berdaya. 

Wahai tinta, aku tak mampu ceritakan semua yang telah terukir dalam kertas suci. Biarlah semua menjadi sebuah karya yang akan menjadi saksi bisu dalam kerinduan yang tak bertepi saat lelah menghampiri.

Kenangan kemarin menjadi kenangan di masa yang akan datang. Semua bergerak dalam alunan jiwa penuh cinta dan kasih sayang.


Posted by
Unknown

More

Halaman

Statistik

Diberdayakan oleh Blogger.

Translate

Pengikut

Tertarik ?? Klik iklan di bawah ini !!!!

Popular Posts

Copyright © / Tulis apapun, panen kapanpun !

Template by : Urang-kurai / powered by :blogger